Jepang – Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap mahasiswa yang sedang mengikuti Program Magang Internasional di industri budidaya jamur di Jepang pada 18–23 Mei 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Novian Wely Asmoro, S.TP., M.Sc., sebagai bagian dari upaya penjaminan mutu pelaksanaan magang sekaligus penguatan kemitraan dengan industri internasional.
Selama kunjungan, Dekan melakukan monitoring di tiga mitra utama, yaitu Nava Farm di Prefektur Gunma, Mizuho Nourin Co., Ltd. yang berada di bawah holding Yukiguni Maitake, serta Tsumugi Japanese School. Selain mengevaluasi perkembangan delapan mahasiswa yang telah menjalani magang sejak September tahun 2025, kunjungan ini juga menjadi ajang koordinasi untuk mempersiapkan keberangkatan peserta magang gelombang berikutnya.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa seluruh mahasiswa mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan industri dan terlibat secara aktif dalam seluruh tahapan produksi jamur, mulai dari pembibitan, inkubasi, panen, sortasi kualitas, hingga pengemasan produk. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman mempelajari teknologi pertanian modern Jepang, seperti sistem pengendalian suhu dan kelembapan ruang inkubasi, pemanfaatan sinar ultraviolet, serta penggunaan konveyor otomatis berbasis robot dalam proses produksi.

Menurut Dr. Novian Wely Asmoro, program magang internasional tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter, khususnya dalam aspek kedisiplinan, tanggung jawab, dan budaya kerja profesional.
“Melalui monitoring ini kami memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang optimal. Selain menguasai teknologi pertanian modern, mereka juga belajar mengenai etos kerja, kedisiplinan, dan profesionalisme yang menjadi budaya industri di Jepang,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil evaluasi dari pihak perusahaan, mahasiswa Fakultas Pertanian Univet memperoleh penilaian yang sangat baik, terutama pada aspek kemampuan berbahasa Jepang, disiplin kerja, komunikasi, dan kerja sama tim. Capaian tersebut semakin memperkuat kepercayaan mitra industri terhadap kualitas mahasiswa Univet.
Keberhasilan program ini mendorong Fakultas Pertanian kembali memberangkatkan 12 mahasiswa pada gelombang berikutnya. Peserta telah melalui proses seleksi akademik, wawancara, pemeriksaan kesehatan, serta pelatihan intensif bahasa Jepang sebagai bekal sebelum memasuki dunia kerja internasional.
Program Magang Internasional yang telah diselenggarakan sejak tahun 2017 ini menjadi salah satu bentuk komitmen Fakultas Pertanian Univet dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi global, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian modern, serta siap bersaing di dunia kerja internasional.
